Daftar provinsi-provinsi di Indonesia

  Daftar 38 Provinsi di Indonesia  dan Ibu Kotanya 1. Nanggroe Aceh Darussalam - (Ibu Kota: Banda Aceh) 2. Sumatera Utara - (Ibu Kota: Medan) 3. Sumatera Selatan - (Ibu Kota: Palembang) 4. Sumatera Barat - (Ibu Kota: Padang) 5. Bengkulu - (Ibu Kota: Bengkulu) 6. Riau - (Ibu Kota: Pekanbaru) 7. Kepulauan Riau - (Ibu Kota: Tanjung Pinang) 8. Jambi - (Ibu Kota: Jambi) 9. Lampung - (Ibu Kota: Bandar Lampung) 10. Bangka Belitung - (Ibu Kota: Pangkal Pinang) 11. Kalimantan Barat - (Ibu Kota: Pontianak) 12. Kalimantan Timur - (Ibu Kota: Samarinda) 13. Kalimantan Selatan - (Ibu Kota: Banjarbaru) 14. Kalimantan Tengah - (Ibu Kota: Palangkaraya) 15. Kalimantan Utara - (Ibu Kota: Tanjung Selor) 16. Banten - (Ibu Kota: Serang)   17. DKI Jakarta - (Ibu Kota: Jakarta) 18. Jawa Barat - (Ibu Kota: Bandung) 19. Jawa Tengah - (Ibu Kota: Semarang) 20. Daerah Istimewa Yogyakarta - (Ibu Kota:  Yogyakarta ) 21. Jawa Timur - (Ibu Kota: Surabaya) 22. Bali - (Ibu Kota: Denpasar) 23. Nusa Ten...

NAMA-NAMA WALI SONGO BESERTA NAMA ASLINYA


Dalam buku Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Aliyah Kelas XII oleh Imam Subchi, Wali Songo mulai menyebarkan agama Islam di pulau Jawa setelah Kerajaan Majapahit runtuh. Setelah itu, Kerajaan Demak yang berlandaskan Islam mulai berdiri.

Wali Songo sendiri diartikan sebagai orang yang telah mencapai derajat tinggi serta memiliki pengetahuan agama yang luar biasa. Maka dari itu, peran Wali Songo tak jauh berbeda dengan ulama, yaitu menyebarkan Islam di berbagai wilayah.



9 Wali Songo dan Nama Aslinya
Mengutip buku Wali Songo: 9 Sunan oleh Noer Al, kesembilan Wali Songo itu adalah Maulana Maghribi, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Giri, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Gunung Jati.

Mereka semua memang tidak hidup di waktu yang bersamaan, tetapi satu sama lain mempunyai keterkaitan erat, yakni antara ikatan darah atau dalam hubungan guru dengan murid.

Untuk lebih jelasnya, simak kisah singkat masing-masing Wali Songo di bawah ini:

1. Maulana Maghribi
Wali Songo yang pertama adalah Maulana Maghribi dengan nama aslinya Maulana Malik Ibrahim. Ia wafat pada 1419 setelah mendirikan pondokan tempat belajar agama di Leran, Gresik, Jawa Timur.

Wilayah yang menjadi target dakwahnya pertama kali adalah Desa Sembalo, desa yang masih berada dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Kini, Desa Sembalo adalah daerah Leran, yang masuk dalam Kecamatan Manyar, sekitar 9 kilometer utara Kota Gresik.

Wilayah itu pula yang menjadi tempat bersemayam Maulana Maghribi. Tepatnya di kelurahan Gapurosukolilo, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

2. Sunan Ampel
Wali Songo yang kedua adalah Sunan Ampel. Ia mempunyai nama asli Raden Rahmat. Sebagai informasi, Sunan Ampel adalah putra dari Maulana Malik Ibrahim atau disebut Maulana Maghribi.

Nama 'Ampel' diambil dari daerah bernama Ampel Denta, yakni daerah rawa yang dihadiahkan raja Majapahit kepadanya. Di tempat tersebut, Sunan Ampel memulai aktivitas dakwahnya dengan mendirikan pesantren Ampel Denta, dekat dari Kota Surabaya.

3. Sunan Bonang
Berikutnya adalah Sunan Bonang yang memiliki nama asli Raden Makdum Ibrahim. Melihat dari silsilah keluarga, Sunan Bonang merupakan putra dari Sunan Ampel atau cucu dari Maulana Maghribi.

Karier dakwah Sunan Bonang dimulai dengan berdakwah di Kediri. Kala itu, mayoritas penduduk di Kediri adalah beragama Hindu.

Kemudian Sunan Bonang menetap di Desa Bonang, Lasem, Jawa Tengah. Di sana, Sunan Bonang mendirikan pesantren yang dikenal sebagai Watu Layar.

4. Sunan Drajat
Sunan Drajat merupakan Wali Songo keempat. Pemilik nama asli Raden Syarifuddin ini juga merupakan putra Sunan Ampel dan cucu dari Maulana Malik Ibrahim.

Dalam misinya menyebarkan agama Islam di tanah Jawa, Sunan Drajat menuju sebuah desa bernama Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Di sana, ia mendirikan mushola atau surau yang dimanfaatkan untuk sholat dan sebagai tempat berdakwah.

5. Sunan Giri
Wali Songo selanjutnya adalah Sunan Giri yang memiliki nama asli Raden Paku. Disebutkan bahwa Sunan Giri merupakan keponakan Maulana Malik Ibrahim, yang berarti ia juga sepupu Sunan Ampel.

Nama Giri diambil dari wilayah yang menjadi pusat penyebaran dakwahnya di Jawa Timur, yakni bukit sebelah selatan Kota Gresik yang bernama bukit Giri pada 1481. Selain itu, Sunan Giri juga mendirikan sebuah pondok pesantren dengan nama Pesantren Giri.

6. Sunan Kalijaga
Wali Songo yang keenam adalah Sunan Kalijaga. Ia merupakan salah satu Wali Songo yang paling terkenal di antara lainnya.

Nama asli Sunan Kalijaga adalah Jaka Said. Dirinya merupakan sahabat sekaligus murid dari Sunan Bonang.

Daerah tempat ia berdakwah tidak terbatas karena Sunan Kalijaga merupakan seorang mubalig keliling. Namun, dalam perjalanannya Sunan Kalijaga sempat menetap lama di Kadilangu, Demak.

Selama di Demak, Sunan Kalijaga berperan aktif dalam mendirikan Masjid Agung Demak. Ia juga berperan menentukan arah kiblat agar mengarah tepat ke Ka'bah.

Sunan Kalijaga menggunakan cara kesenian dan kebudayaan sebagai alat untuk menyebarkan Islam. Kesenian yang sering dipakai olehnya adalah wayang kulit dan tembang suluk.

7. Sunan Kudus
Nama asli Sunan Kudus adalah Ja'far Shodiq. Nama 'Kudus' diambil dari wilayah tempat ia menyebarkan agama Islam, yakni Kudus. Sedikit informasi, Sunan Kudus merupakan murid dari Sunan Kalijaga.

Selama di Kudus, Wali Songo ketujuh ini menerapkan strategi dakwah dengan menghargai adat istiadat yang telah lama dianut warga sekitar. Sebab, warga Kudus saat itu masih didominasi oleh penganut Hindu dan Budha.

Salah satu contohnya adalah mendirikan masjid yang bentuknya mirip dengan candi orang Hindu.

8. Sunan Muria
Wali Songo berikutnya adalah Sunan Muria yang merupakan putra dari Sunan Kalijaga. Sunan Muria memiliki nama asli Raden Prawoto.

Nama 'Muria' diambil dari tempat di mana ia tinggal untuk terakhir kalinya, yakni di lereng Gunung Muria. Wilayah tersebut berjarak sekitar 18 kilometer ke utara Kota Kudus.

Sunan Muria punya cara tersendiri dalam berdakwah. Berbeda dengan sang ayah, ia memilih daerah yang sangat terpencil dan jauh dari pusat kota untuk menyebarkan Islam lewat para pedagang, nelayan, hingga pelaut.

9. Sunan Gunungjati
Wali Songo yang terakhir adalah Sunan Gunungjati. Pemilik nama asli Syarif Hidayatullah ini merupakan sahabat dari para Sunan lainnya, kecuali Maulana Malik Ibrahim yang telah meninggal dunia lebih dahulu.

Sunan Gunungjati merupakan keturunan Sultan Syarif Abdullah atau Syekh Maulana Akbar dan Nyai Rara Santang, putri Prabu Siliwangi.

Sunan Gunungjati mendapat tugas untuk berdakwah di wilayah Cirebon. Di sana, ia berdakwah lewat kesenian dan budaya, salah satunya dengan cara Gamelan Sekaten.

Demikianlah  penjelasan singkat mengenai Wali Songo beserta nama aslinya. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan detikers.





 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama gunung di pulau Jawa lengkap

Lirik lagu Kanashimi wo Yasashisa ni (Opening Naruto Shippiden)

Lirik lagu Dear God Avenged Sevenfold